816Agent
816Agent

Pembelaan Indra Sjafri Soal Performa Egy Maulana Vikri

Pembelaan Indra Sjafri Soal Performa Egy Maulana Vikri
Pelatih timnas Indonesia U-23 itu tidak ingin ada kesalahan yang ditujukan kepada satu individu saat timnya kalah

Tim nasional (timnas) Indonesia U-23 sudah dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Itu setelah, mereka menelan dua kali kekalahan pada grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2020.

Pertama, skuat Garuda Muda takluk dari Thailand dengan skor telak 4-0, 22 Maret lalu. Teranyar, mereka baru saja dikalahkan secara menyakitkan oleh tuan rumah Vietnam di Stadion My Dinh, Hanoi, Minggu (24/3) malam. Indonesia masih menyisakan satu laga lagi melawan Brunei Darussalam di tempat yang sama, 26 Maret nanti.

Salah satu yang menjadi sorotan dari kegagalan ini adalah, terkait Egy Maulana Vikri yang dinilai performanya masih belum sesuai ekspektasi. Egy dalam dua pertandingan melawan Thailand dan Vietnam memang dimainkan sebagai starter. 

Lihat Juga: 8 Klub Yang lolos ke perempat final PIALA PRESIDEN

Egy Maulana sedang menggocek lawan

Pelatih Indonesia U-23, Indra Sjafri, pun disebut terlalu memaksakan Egy dalam skema permainannya di dua pertandingan itu. Seperti diketahui, Egy merupakan pemain yang paling akhir bergabung bersama Ezra Walian ke timnas U-23, beberapa hari jelang keberangkatan ke Vietnam. Itu lantaran dia memang baru mendapatkan izin dari klubnya, pada saat tersebut.  

“Itu tanggung jawab saya kapan dia diganti dan tidak diganti, jadi jangan menyalahkan individu pemain. Semua tanggung jawab ada di tangan saya, jangan menyalahkan egy, jangan menyalahkan Marinus (Mariyanto Wanewar), jangan menyalahkan individu pemain, itu tidak baik. Itu kalau mau sepakbola Indonesia selalu bergairah pemainnya,” tegas Indra, dalam jumpa pers setelah laga. 

“Pemain saya sudah berjuang, apa yang salah ya sepakbola begitu. Kalau tadi menang, saya yakin tadi Egy tidak dinilai salah, ini kan karena ada kekalahan semuanya. Saya enggak mau menyalahkan individu pemain. 

Mengapa keputusan itu diambil? Karena semua keputusan pemain siapa yang harus diturunkan, siapa yang diganti itu keputusan pelatih. Karena orang di luar hanya tahu kulit-kulitnya saja, tidak tahu dalamnya,” jelas mantan pelatih Bali United tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.